Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Amerika Serikat berusaha memenangkan kembali perjanjian KTT tentang keamanan siber

Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Amerika Serikat berusaha memenangkan kembali perjanjian KTT tentang keamanan siber

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, kata-kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki bahwa Amerika Serikat tidak bermaksud untuk memperingatkan Moskow tentang serangan siber pembalasan yang membingungkan.

Pada hari Senin Psaki mengatakan bahwa pada pertemuan puncak di Jenewa, presiden AS Joe Biden menyebutkan serangan peretasan terhadap fasilitas Amerika, yang disalahkan pada Rusia.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dicatat oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pernyataan Psaki mengejutkan dalam konteks pembicaraan Jenewa, setelah kedua pihak mengumumkan niat mereka untuk memulai konsultasi tentang keamanan siber.

“Tampaknya Amerika Serikat masih berusaha mempertahankan hak untuk meluncurkan serangan siber berdasarkan tuduhan palsu Rusia tentang serangan siber,” Zakharova menekankan pada briefing tersebut.

Menurutnya, jika Washington melakukan serangan dunia maya tanpa peringatan, itu akan menjadi serangan yang tidak diumumkan terlebih dahulu.

“Kami benar-benar ingin Washington menanggapi kata-kata ini dengan serius,” tambah perwakilan Kementerian Luar Negeri.

Zakharova mengingatkan bahwa sebelum pertemuan di Jenewa, Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa topik keamanan informasi internasional telah menjadi strategis bagi mereka.

“Dalam konteks ini, kami berharap pemahaman tentang perlunya percakapan langsung, profesional, dan bertanggung jawab dengan Rusia akan tercapai. Kami berharap Washington mengambil langkah yang tepat,” pungkas diplomat itu.

KTT Rusia-AS diadakan di Jenewa pada 16 Juni. Menyimpulkan negosiasi, Vladimir Putin mengatakan bahwa kedua pihak akan memulai konsultasi tentang keamanan siber. Presiden ingat bahwa Moskow sebelumnya telah memberikan semua informasi tentang permintaan AS untuk serangan siber, tetapi tidak menerima tanggapan apa pun dari badan intelijen AS. Putin mencatat bahwa sebagian besar serangan dunia maya di dunia berasal dari AS dan sindiran anti-Rusia harus dihentikan.

Pos terkait