Rusia bermaksud menandatangani perjanjian dengan sejumlah negara di bidang keamanan siber

  • Whatsapp
Rusia bermaksud menandatangani perjanjian dengan sejumlah negara di bidang keamanan siber

Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Oleg Khramov menyebutkan beberapa negara yang dengannya Moskow berencana untuk menandatangani perjanjian kerja sama di bidang keamanan siber.

Mr Khramov mengatakan bahwa perjanjian kerjasama antar pemerintah siap untuk ditandatangani dengan Indonesia, Nikaragua dan Uzbekistan. Perjanjian yang relevan dengan Iran dan Kirgistan ditandatangani tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Sekitar setengah lusin rancangan perjanjian sedang dalam tahap elaborasi ahli atau persetujuan domestik,” tambah Khramov.

“Rusia siap bekerja sama dengan semua negara yang berbagi pendekatan dan bertujuan untuk bersama-sama melawan ancaman terhadap keamanan informasi internasional. Namun, tentu saja, dialog dengan mitra terdekat kami di Collective Security Treaty Organization (CSTO), SCO dan BRICS akan terus berlanjut. berkembang sebagai prioritas,” tegas Khramov.

Dia juga mencatat bahwa kerja sama dalam asosiasi ini memiliki landasan hukum yang kuat. Dengan demikian, Rusia telah menyimpulkan perjanjian bilateral dengan semua negara BRICS. Dalam kerangka CSTO, terdapat kesepakatan khusus tentang kerja sama dalam format multilateral.

Khramov menekankan bahwa, mengenai negara-negara Barat, “dialog dengan rekan-rekan Prancis kami berkembang secara positif.”

Pada bulan Mei, media Amerika melaporkan kemungkinan koneksi hacker yang menyerang Colonial Pipeline dengan Rusia. Namun, Gedung Putih tidak mengkonfirmasi informasi ini. Asisten Deputi Presiden AS untuk Keamanan Nasional Ann Nyberger menekankan bahwa itu adalah sekelompok peretas, bukan negara, yang melakukan serangan itu.

Pada 11 Juni, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa pihak berwenang AS siap untuk membahas topik kejahatan dunia maya pada KTT AS-Rusia mendatang.

Pada 16 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Amerika Joe Biden setuju untuk memulai konsultasi tentang keamanan siber selama pertemuan puncak di Jenewa. Tetapi setelah itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Amerika Serikat berusaha memenangkan kembali perjanjian KTT tentang keamanan siber

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *